Sabtu, 10 Juli 2010

Kisah Isra Mi'raj dan Semut

Berbicara tentang bulan Rajab, tentu kita akan ingat pula pada suatu kejadian yang sangat luar biasa yang terjadi diluar jangkauan otak manusia yang dialami oleh seorang manusia termulia yaitu Nabi Muhammad SAW yang sering kita kenal dengan kejadian Isra Mi'raj.

Peristiwa ini diabadikan dalam Firman Allah SWT yang terdapat pada surat Al-israa' ayat 1 :

اعوذ بالله من الشيطان الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ

Yang artinya :

“Maha Suci Allah, yang Telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang Telah kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya dia adalah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Israa' 17:1)

Pada ayat tersebut menjelaskan tentang Isra dan Mi'rajnya Nabi Muhamad SAW. Yang merupakan salah satu dari mukjizat Beliau. Dalam ayat tersebut sekurang - kurangnya ada 5 pertanyaan yang harus di jawab dan dijelaskan :

1. What : apa yang dinamakan Isro Mi'raj ?

Isro adalah berjalannya Nabi Muhammad di malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha dan Mi'raj adalah naiknya Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsha ke Baitul Makdis sampai di Sidrotul Muntaha.

2. Who : siapa yang di Isra Mi'rajkan ?

Yang di Isra Mi'rajkan adalah Nabi Muhamad SAW yang merupakan salah satu mukjizat baginya dan merupakan Tabsyir atas beliau, setelah beliau ditinggalkan wafat oleh kedua orang yang amat besar jasanya dan selalu menjadi pelindung baginya dalam berjuang, sepanjang mengemban visi dan misi risalah ilahi.

3. When : kapan di isra Mi'rajkan Nabi Muhammad SAW ?

Di Israkan dan di Mi’rajkannya Nabi Muhamad SAW adalah pada waktu malam hari. Dan ini merupakan salah satu kebesaran Allah dalam jangka satu malam beliau dapat melewati alam Nasut, alam Malakut, alam Lahut dan alam Jabarut yang menurut perhitungan otak manusia mana mungkin seorang manusia dapat melewati parjalanan yang amat jauh seperti yang pernah di alami oleh Nabi Muhammad SAW. Tetapi dalam hal ini hanyalah Allah yang menaqdirkannya.

4. Where : dari mana Isra Mi'raj beliau ?

Isra Mi'rajnya beliau adalah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha dan sampai di Sidrotul Muntaha yang berada di langit ke 7

5. Why : mengapa Nabi Muhammad SAW di Israkan dan di Mi’rajkan ?

Karena untuk memperlihatkan tanda - tanda kebesaran Allah SWT kepada manusia dan untuk menguji terhadap keimanan manusia khususnya yang ada pada waktu itu dan umumnya pada seluruh manusia setelah beliau mengalami Isra Mi'raj.

Setelah Nabi Muhammad SAW melaksanakan Isra Mi'raj lalu beliau menceritakan kejadian semalam yang terjadi pada dirinya. Namun tanggapan orang arab ketika itu menjadi 3 kelompok yaitu yang pertama kelompok Abu Bakar dan kawan-kawan, yang sangat membenarkan terhadap kejadian yang pernah di alami oleh Nabi Muhamad sehingga Abu Bakar beliau berkata صدقت يا محمد - صدقت يا محمد ( benar Muhammad – benar Muhammad ). Kelompok kedua yaitu yang sama sekali tidak mempercayainya yaitu kelompok Abu Jahal dan Para pengikutnya dan kelompok yang ketiga adalah kelompok orang yang ragu-ragu atas Isra Mi'raj yang dialami oleh Nabi Muhammad.

Kelompok yang tidak mempercayai dan ragu – ragu terhadap peristiwa Isra Mi’ raj beralasan bahwa kejadian itu tidak masuk akal dan logika mereka. Perjalanan dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha di Palestina saat itu jika ditempuh dengan menunggang unta atau kuda bisa memakan waktu berhari – hari bahkan berminggu – minggu. Nah, bagaimana mungkin seorang Muhammad bisa melakukan perjalanan Isra Mi’raj yang begitu jauhnya namun dapat ditempuh hanya dalam waktu semalam saja ? Hal inilah yang menyebabkan banyak orang menjadi tidak percaya dan ragu pada ucapan Nabi Muhammad SAW.

Padahal jika mereka berakal dan berpikir jernih, kejadian itu tidak bertentangan dengan akal serta logika. Ilustrasi sederhananya adalah misalkan seekor semut dari Bandung hendak pergi ke Surabaya, berapa lama waktu yang harus ia tempuh agar bisa sampai kesana ? bisa berhari – hari, berminggu – minggu, berbulan – bulan bahkan setahun lebih. Namun jika semut itu naik pesawat terbang dari Bandung ke Surabaya, waktu yang dibutuhkan hingga sampai ditempat tujuan hanya beberapa jam saja.

Begitu juga peristiwa Isra Mi’raj, Nabi Muhammad SAW tentu saja membutuhkan waktu yang lama untuk melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha lalu sampai di Sidratul Muntaha. Namun hal itu bisa dilakukan dalam waktu yang singkat karena Allah memberinya tumpangan berupa kendaraan yang sangat dashyat berupa Bouraq. Inilah hal penting yang luput dari pikiran orang – orang yang tidak mempercayai dan ragu pada peristiwa ini. Mereka lupa bahwa Allah berkuasa memperjalankan hambaNya dengan kendaraan yang super cepat hingga kejadian itu bisa terjadi.

Setelah Rasullulah SAW melaksanakan Isra Mi'raj beliau menerima sebuah perintah yang harus dilaksanakannya dan harus disampaikan pada Ummatnya yaitu perintah melaksanakan shalat 5 waktu dalam satu hari satu malam, yang merupakan rukun islam yang kedua.

Kewajiban kita selaku Umat islam tidak hanya mengetahui pada kejadian Isra Mi'raj saja tetapi harus berusaha dan berupaya untuk mengaplikasikanya dalam kehidupan yaitu dengan beriman dan selalu melaksanakan ajaran - ajaran islam agar dapat mencapai pada martabat yang tinggi dihadapan Allah SAW, dan menjadi umat besar apabila kita selalu berpegang teguh pada ajaran Islam selamanya.

Ummat Islam jangan seperti kaum Bani Israil yang kuat dan besar, lalu menjadi kaum yang hina karena tidak melaksanakan terhadap ajaran Allah. Jika ditarik benang putihmya, kita selaku Umat Nabi Muhammad SAW harus mengetahui pada sejarah perjalanan Isra Mi'raj dan yang terpenting dari semua itu adalah kita harus dapat mengaplikasikan dan merealisasikan dari Isra dan Mi'rajnya Nabi Muhammad SAW dengan sebaik-baiknya, baik untuk Allah, untuk Al - Quran dan Assunah.

Para pembaca sekalian, semoga kalian semua adalah manusia yang beriman pada Allah dan RasulNya serta mempercayai semua kebenaran tentang peristiwa Isra Mi’raj. Jangan sampai kalian termasuk dalam kelompok manusia yang tidak mempercayai dan ragu – ragu terhadap peristiwa tersebut.

# Tulisan seorang ikhwan yang telah mengalami perubahan dengan seizinnya ^-^

هدا نالله واييكم اجمعين والسلام عليكم ورحمة الله وبركته

Tidak ada komentar: