Rabu, 27 Mei 2009
(Bukan) Janji Palsu
“(Bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya[207] dan bertakwa, Maka Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.” (Ali Imran : 76)
[207] Yakni janji yang telah dibuat seseorang baik terhadap sesama manusia maupun terhadap Allah.
وَلاَ تَقْرَبُواْ مَالَ الْيَتِيمِ إِلاَّ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ حَتَّى يَبْلُغَ أَشُدَّهُ وَأَوْفُواْ بِالْعَهْدِ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْؤُولاً
“dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat) sampai ia dewasa dan penuhilah janji; Sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya.” (Al Israa : 34)
Berteman dengan orang2 di dunia maya (internet) memang berbeda dengan berhubungan di dunia nyata.melalui situs2 pertemanan/jejaring sosial seperti Friendster,Facebook,Fupei,Blogger,Multiply,Cybermq,dll. Kita bisa dengan mudah mendapatkan teman baru,sesuai keinginan kita.
Meskipun kita tak kontak secara fisik,namun tak jarang keakraban yg dijalin melalui internet malah lebih akrab dibanding hubungan secara nyata.
Di FS,aku sering mengirim comment/testimonial pd teman2q hingga mereka pun membalasnya.tak jarang karena seringnya kontak itu hubungan antara aku dan temanku itu sudah seperti sahabat di dunia nyata saja.aku pun tak segan meminta no hp mereka agar bisa jadi sahabat di dunia nyata,alhamdulillah banyak yg berkenan bersahabat denganku tak hanya di internet saja.
Aku pernah berharap bisa bertemu (kopdar = kopi darat) dengan seluruh teman2 yang ku kenal lewat internet,namun Allah baru mengizinkan aku bertemu dengan beberapa orang saja.Teman Fs yang pertama bertemu denganku adalah Anggrek,seorang siswi SMU kelas 3 di Riau.Dulu aku pernah berjanji padanya akan mentraktir makan kalau berhasil kuliah di Bandung.Subhanallah,ternyata Allah mempunyai rencana yg hebat diluar perkiraanku.
Anggrek setelah lulus SMU mendapat beasiswa kuliah di UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) Bandung.ia pun masih mengingat janjiku yg akan mentraktirnya makan kalo jadi kuliah di Bandung.
2 ayat Alquran yang aku tulis diatas cukup jadi isyarat bahwa Allah menyukai orang2 yang selalu menepati janji dan janji itu akan dimintai pertanggungjawabannya.
Aku pun sadar akan hal itu,janjiku pada Anggrek wajib ditepati.
Pada tanggal 3 Mei 2008,Anggrek pun datang ke D’cost Seafood Restaurant (tempat aku bekerja) bersama 2 temannya.Awalnya ia ragu dan malu mau masuk ke restoran,hingga aku meyakinkannya beberapa kali lewat sms agar ia segera masuk biar aku bisa menepati janjiku.
Sesuai perjanjian,ia dan teman2nya pun langsung memesan makanan dengan jumlah nominal tertentu yang sudah kami sepakati berdua.Setelah selesai dengan pekerjaan,aku pun menghampiri Anggrek dan teman2nya yang masih makan dengan lahap.
Setelah mengucapkan salam,aku pun bergabung dengan mereka.obrolan2 santai mengalir dengan lancar.aku senang bisa menepati janjiku pada Anggrek.
Dari pertemuan itu aku bisa mengambil kesimpulan,ternyata Anggrek yg di Fs benar2 sama dengan Anggrek yg sedang berada tepat dihadapanku.
Berarti,teman2 Fsku itu semuanya nyata,hanya saja kita terpisah jarak dan waktu yang berlainan hingga belum bisa bertemu.
Dibawah ini adalah video karya Anggrek yang mengabadikan momen “dinner” kami saat itu.selamat menonton ^-^
Aku sempat merasa bersalah pada teman Fs yang aku panggil “Bidadari Imutz”.pernah berjanji akan memberinya “sesuatu yang indah” karena jasa2nya,namun aku malah melupakan janji itu hingga lebih dari 1 tahun lamanya.
Hal itu terjadi karena kami sempat “lost contact”,ia pindah rumah dari Solo ke Boyolali dan tidak bekerja sebagai opearator warnet lagi.otomatis ia jarang aktifkan fsnya dan kami pun jarang smsan lagi.aku kaget saat idul fitri dipenghujung tahun 2008 lalu,ia tiba2 kirim sms berupa ucapan selamat idul fitri bagiku.Aku mengira ia udah lupa padaku,ternyata tidak.aku pun jadi teringat akan janjiku yang akan memberinya “sesuatu yang indah”.
Alhamdulillah,dengan izin dan berbagai kemudahan yang diberikan Allah,janjiku pada Bidadari Imutz akhirnya bisa terpenuhi.
Aku bersyukur pada Allah yang telah menggerakkan ia agar mengirim sms padaku hingga akhirnya bisa menepati janji yang sempat terlupakan.
Melalui tulisan ini,aku harap semua teman2 yang pernah mengenalku di internet bisa mengingatkanku jika ada janji yang pernah aku ucapkan namun belum bisa ditepati.mohon maaf karena banyak hal yang membuat aku terkadang lupa pada janji2ku itu.Insya Allah aku akan berusaha menjadi manusia yang selalu bisa menepati janji.
Mei (Bukan) Mayday
أَتَى أَمْرُ اللّهِ فَلاَ تَسْتَعْجِلُوهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ
“telah pasti datangnya ketetapan Allah Maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datang) nya. Maha suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.” (An Nahl : 1)
Hari esok adalah sesuatu yg belum terjadi,sesuatu yg belum nyata dan dapat diraba,belum berwujud, dan tidak memiliki rasa dan warna.jika demikian,mengapa kita harus menyibukkan diri dengan hari esok,mencemaskan kesialan2 yg mungkin terjadi padanya,memikirkan kejadian2 yg akan menimpanya dan meramalkan bencana2 yg bakal ada didalamnya ? bukankah kita juga tidak tahu apakah kita akan bertemu dengannya atau tidak dan apakah hari esok kita itu akan berwujud kesenangan atau kesedihan ?
Dalam sebuah atsar disebutkan : ketika pagi tiba,janganlah menunggu sore, dan ketika sore tiba,janganlah menunggu datangnya pagi.
Artinya,hiduplah dalam batasan hari ini saja.jangan mengingat-ingat masa lalu dan jangan pula was-was dengan masa yg akan datang.
Pepatah China menyebutkan : “jangan dulu menyeberangi jembatan sebelum anda sampai dijembatan itu.”
Artinya,”jangan bersikap apriori terhadap kejadian2 yg belum tentu terjadi,sampai anda benar2 mengalami dan merasakannya sendiri.
Maka,tidak sepantasnya kita menyeberangi sebuah jembatan sebelum sampai diatasnya.sebab,siapa yg tahu bahwa kita akan sampai atau tidak pada jembatan itu.bisa jadi kita akan terhenti jalan kita sebelum sampai ke jembatan itu,atau mungkin jembatan itu hanyut terbawa arus dulu sebelum kita sampai di atasnya.dan bisa pula,kita akan sampai pada jembatan itu dan menyeberanginya.
Salah seorang ulama salaf mengatakan,”Wahai anak Adam,hidupmu itu 3 hari saja : hari kemarin yg telah berlalu,hari esok yg belum datang dan hari ini dimana anda harus bertakwa pada Allah”
# dikutip dari buku LaTahzan karya DR ‘Aidh al-Qarni
Tulisan diatas mengingatkan kita agar tidak terlalu cemas menghadapi masa depan yg belum pasti terjadi.Astagfirullahaladzim,akhir april lalu aku sempat khawatir dan cemas ketika akan mengahadapi bulan Mei.bahkan aku menulis comment di Fsku sendiri : Mei = Mayday !
Memang 1 Mei sering diperingati sebagai hari buruh (para buruh menyebutnya sebagai Mayday),namun bukan itu yg aku maksud.
Mei 2009 merupakan bulan yg penuh dengan janji yg harus kutepati,aku khawatir dan cemas tidak bisa menepati semua janji2ku pada teman2.
Ada lebih dari 7 undangan pernikahan dan aku janji akan menghadiri semuanya.awalnya sempat kerepotan mengatur jadwal ke pernikahan teman2 dengan jadwal kerjaku.namun ternyata Allah Maha Baik,Dia memudahkan jalanku untuk menghadiri semua undangan tersebut.
Pernikahan teman yang paling berkesan dibulan Mei adalah pernikahan Mbinkz di Lembang.beruntung ada teman di D’cost yg bersedia mengantarkanku kesana.setelah salat di Masjid Raya Lembang.kami berdua sempat kebingungan ketika menyusuri jl. Tangkuban Perahu yg nomor rumahnya acak2an.selain itu disepanjang jalan kira2 ada 6 janur melengkung,kami takut salah masuk undangan :p
Untung aku ingat bahwa kata Mbinkz,rumahnya tepat dibelakang Toko Muklis.pernikahan Mbinkz adalah yg terakbar dibulan Mei 2009 bagiku.aku senang,selain menghadiri pernikahannya,aku pun bisa bertemu Ukhti Anggun untuk ketiga kalinya dan menepati janjiku.Lega rasanya bisa menunaikan janji akan menyerahkan sebuah buku yg selama ini dicarinya kemana2 namun tak pernah ditemukan.
Bulan Mei juga rencananya aku akan kedatangan “tamu istimewa” dari Malaysia.seorang akhwat sahabat Fs yang ingin liburan sekaligus bisnis di Bandung.aku pernah berjanji akan mengajaknya ke Pesantren Daarut Tauhid,naik tower Masjid Raya Bandung,dll yg sifatnya wisata religi.namun ternyata Allah berkehendak lain,rencanaku tak sama dengan rencanaNya.
Ketika ia ada di Bandung,sesuatu terjadi hingga kami tidak bisa bertemu.aku juga mengalami kesulitan ketika akan menghubungi no telponnya.anehnya,setelah ia pulang ke Malaysia,kami malah bisa smsan !
Begitulah,benar pendapat bahwa kita harus menikmati hidup hari ini saja,jangan terlalu cemas dan khawatir pada masa yg akan datang.Mei bukanlah Mayday bagiku ^-^
