Rabu, 27 Mei 2009

(Bukan) Sekedar Sulap

وَاتَّبَعُواْ مَا تَتْلُواْ الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَـكِنَّ الشَّيْاطِينَ كَفَرُواْ يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولاَ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلاَ تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُم بِضَآرِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ بِإِذْنِ اللّهِ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلاَ يَنفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُواْ لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ خَلاَقٍ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْاْ بِهِ أَنفُسَهُمْ لَوْ كَانُواْ يَعْلَمُونَ

“dan mereka mengikuti apa [76] yang dibaca oleh syaitan-syaitan[77] pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat[78] di negeri Babil Yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya Kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua Malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya[79]. dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, Sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa Barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, Tiadalah baginya Keuntungan di akhirat, dan Amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.” (Al Baqarah : 102)

[76] Maksudnya: Kitab-Kitab sihir.
[77] Syaitan-syaitan itu menyebarkan berita-berita bohong, bahwa Nabi Sulaiman menyimpan lembaran-lembaran sihir (Ibnu Katsir).
[78] Para mufassirin berlainan Pendapat tentang yang dimaksud dengan 2 orang Malaikat itu. ada yang berpendapat, mereka betul-betul Malaikat dan ada pula yang berpendapat orang yang dipandang saleh seperti Malaikat dan ada pula yang berpendapat dua orang jahat yang pura-pura saleh seperti malaikat.
[79] Berbacam-macam sihir yang dikerjakan orang Yahudi, sampai kepada sihir untuk mencerai-beraikan masyarakat seperti mencerai-beraikan suami isteri.

“Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). mereka mengajarkan sihir kepada manusia”

Renungkan ayat alquran diatas.Nabi Sulaiman seperti halnya manusia biasa tidak mengerjakan sihir.hanya syetanlah yg mengerjakan sihir dan mengajarkannya pada manusia.maka orang2 yg berbuat sihir,itulah teman2nya syetan.yg mengajarkan kesyirikan pada umat manusia.

Dari Abu Hurairah ra dari Nabi SAW beliau bersabda,”jauhilah oleh kalian tujuh perkara yg membinasakan.” Para sahabat bertanya : “apa saja ketujuh perkara itu,wahai Rasulullah ?” beliau menjawab :”syirik kepada Allah,sihir,membunuh jiwa yg diharamkan Allah membunuhnya,kecuali dgn haq,memakan riba,memakan harta anak yatim,lari dari medan perang dan menuduh berzina wanita mukminah yg benar2 menjaga kehormatannya.”

Ayat alquran dan hadits diatas sengaja ditulis sebagai jawaban pada teman Fsku yg bertanya tentang dalil haramnya perbuatan sihir.

Maraknya acara sulap,hipnotis,ramalan,zodiak/horoskop di televisi secara tak sadar telah menggiring manusia2 yg menontonnya untuk berbuat syirik.

Bukhari-Muslim meriwayatkan dari ‘Aisyah bahwa ia berkata:”para sahabat pernah bertanya kepada rasulullah tentang peramal (dukun).beliau menjawab :”apa yang mereka ramalkan adalah bathil.” Mereka berkata :”wahai Rasulullah,namun terkadang mereka mengabarkan sesuatu pada kami dan nyata terjadi.” Rasulullah bersabda :”itu termasuk berita benar yang disambar oleh jin (sebelum sampai dibumi),lalu dibisikkannya ke telinga kekasihnya (para dukun),namun mereka lalu mencampur adukkannya dengan 100 kebohongan.”

Dalam acara “The Master” di salah satu stasiun TV swasta di negara ini diperlihatkan bagaimana hebatnya seorang pesulap yg dapat menghitung dengan sangat cepat.bahkan konon kecepatannya melebihi juara olimpiade matematika,profesor dan orang yg menghitung menggunakan alat bantu berupa kalkulator.

Banyak penonton di studio dan dirumah yang terkagum-kagum dengan tindakannya itu.padahal jika merujuk pada hadits diatas,kita harus yakin bahwa pesulap itu tak lain adalah dukun yg dibantu jin agar bisa menghitung super cepat.

Lain lagi dengan ulah kontestan “The Master” lainnya yg jagoan dalam hal kekuatan fisik.ia pernah dilindas stoom (kendaraan untuk meratakan jalan),diangkat tubuhnya dgn beberapa kawat baja,membengkokkan paku dgn gigi,menarik truk dgn rambut,dll.

Banyak juga penonton yg takjub dgn tontonan yg diperlihatkan,seolah-olah ia adalah manusia terkuat di Indonesia.padahal jika ditelusuri dgn baik,saya yakin ia melakukan adegan membahayakan tersebut karena dibantu jin/syetan,dll.

Tak jauh berbeda dengan pertunjukkan debus atau pertunjukkan tradisional lainnya dinegeri ini yg sarat muatan supranatural dan mistiknya.tak heran jika sebelum memulai pertunjukkan para pemain harus mengadakan “upacara ritual” memakai sesaji2 untuk “penolongnya”.siapa lagi kalau bukan syetan dan teman2nya.

Sahabat2ku,mari jauhi acara tontonan busuk seperti itu,carilah tontonan yg mendekatkanmu pada Allah.bukan tontonan yg akan menjauhkanmu dari Allah dan mengundang murkaNya.

Muslim meriwayatkan dari Shafiyyah binti Abu Ubaid,dari salah seorang istri Nabi dari Nabi,beliau bersabda :”barang siapa yang mendatangi peramal,lalu menanyakan sesuatu dan membenarkan apa yang dikatakan peramal itu,maka shalatnya selama 40 hari tidak akan diterima (oleh Allah).”

Salat sekali tidak diterima saja merupakan kerugian (karena dosanya yg sangat besar),apalagi kalau salatnya tidak diterima selama 40 hari ? naudzubillahimindzalik.

Semoga kita semua dijauhkan dari hal2 merugikan seperti itu … amin

# terima kasih pada teman Fsku yang bertanya tentang dalil sihir.berkat pertanyaan ukhti,tulisan ini bisa dibuat untuk menyadarkan teman2 lainnya untuk menjauhi acara2 sulap yg kental muatan sihirnya.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

semoga antum senantiasa dalam nkebaikan. saya menghargai opini antum tentang acara the master, tapi akan lebih baik tentunya jika antum memberikan opini dengan ilmu. Misalkan membedakan antara sihir dengan sulap.
Yang antum katakan bahwa atraksi kontestan dibantu oleh jin,apakah bisa antum buktikan? Atau hanya dugaan? Seandainya antum meneliti perbedaan sihir dengan permainan sulap sejati, opini antum niscaya lebih proportif. Permainan sulap sejati tak lebih dari keterampilan memanipulasi alat, lingkungan, dan suasana. aksi manusia dilindas stoom itu hanya trik, kemampuan menghitung dengan cepat adalah anugerah Allah terhadap akal manusia yang bisa dipelajari dan dilatih dengan ilmu matetamika.Semoga komentar ini bermanfaat.